SUMATERA SELATAN — Laporan terbaru dari Counterpoint Research mengungkapkan bahwa pengiriman System-on-Chip (SoC) global pada H1 2026 menyusut hingga 15% year-on-year (YoY). Penurunan ini secara langsung mencerminkan lesunya pasar ponsel pintar dari para produsen utama Android.
MediaTek dan Qualcomm Paling Terpukul
Dua raksasa chipset, MediaTek dan Qualcomm, menjadi yang paling merasakan dampaknya. Pangsa pasar MediaTek merosot dari 37% menjadi 32%, sementara Qualcomm turun dari 26% ke 22%.
Lebih detail lagi, pengiriman chipset dari kedua perusahaan ini ambles lebih dari 25% YoY pada semester pertama 2026. Penurunan ini disebut-sebut terjadi merata di seluruh lini produk, mulai dari seri Dimensity hingga Snapdragon 8 Gen.
Kenaikan Biaya Memori Jadi Biang Kerok
Counterpoint Research menyoroti kenaikan harga memori yang tak kunjung mereda sebagai penyebab utama. Biaya memori dilaporkan melonjak hingga 300% YoY, memaksa produsen ponsel menaikkan harga jual perangkat untuk menutupi kenaikan biaya komponen.
Akibatnya, biaya SoC tidak lagi menjadi porsi terbesar dalam setiap pengiriman perangkat. Produsen lebih memilih menekan margin keuntungan di sektor chipset untuk tetap bisa bersaing di harga.
Tensor, Exynos, dan UNISOC Justru Tumbuh
Di tengah pasar yang suram, Google, Samsung, dan UNISOC justru mencatatkan pertumbuhan pengiriman chipset yang stabil. Masing-masing perusahaan memiliki pendorong pertumbuhan yang berbeda.
Untuk Google, keberhasilan Tensor G5 yang tertanam di lini Pixel 10 menjadi motor utama. Sementara Samsung terus menggenjot lini Exynos-nya, meskipun seri Galaxy Z Fold 8 terbaru masih menggunakan prosesor Qualcomm secara global. UNISOC, di sisi lain, diuntungkan oleh permintaan chipset entry-level yang tetap tinggi.
Chip AI Generatif Semakin Dilirik
Laporan ini juga mencatat fenomena menarik lainnya: naiknya permintaan terhadap SoC yang dibekali mesin kecerdasan buatan (AI) generatif. Segmen chipset ini mencatatkan pertumbuhan 24% YoY, berbanding terbalik dengan tren penurunan pasar secara keseluruhan.
Google, misalnya, disebut telah mengarahkan pengembangan Tensor G5 untuk memfasilitasi fitur-fitur AI yang semakin banyak diadopsi perangkat Android. Ke depannya, Tensor G6 yang akan menjadi otak dari seri Pixel 11 diprediksi bakal mengikuti jejak yang sama.
Prospek Pasar ke Depan
Counterpoint Research memperkirakan tekanan harga memori belum akan mereda dalam waktu dekat. Hal ini membuat prospek pemulihan pasar SoC dan ponsel pintar masih diselimuti ketidakpastian hingga akhir 2026.
Bagi konsumen, kondisi ini berarti harga ponsel pintar, terutama di kelas menengah dan flagship, kemungkinan besar akan tetap tinggi. Sementara itu, persaingan di lini chipset justru semakin menarik dengan kehadiran lebih banyak pemain yang mengembangkan solusi proprietary.