Pencarian

Google Tarik Fitur AI Nano Banana dari Google Earth Setelah Dipakai Membuat Citra Satelit Palsu

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 06:49:01 WIB
Google Tarik Fitur AI Nano Banana dari Google Earth Setelah Dipakai Membuat Citra Satelit Palsu
Google menonaktifkan sementara fitur AI Nano Banana di Google Earth setelah digunakan untuk membuat citra satelit palsu.

SUMATERA SELATAN — Google menonaktifkan sementara fitur pembuat gambar AI "Nano Banana" yang baru diintegrasikan ke Google Earth. Penarikan terjadi kurang dari 24 jam setelah fitur diperkenalkan, menyusul beredarnya sejumlah contoh citra satelit palsu buatan pengguna di media sosial.

Google mengakui adanya pelanggaran kebijakan. "Kami tahu bahwa orang-orang secara unik mempercayai Google Earth untuk pandangan dunia yang andal. Kami melihat para profesional geospasial menggunakan fitur ini untuk berbagai tujuan yang berguna, namun kami juga melihat orang-orang membagikan tangkapan layar gambar yang dihasilkan yang tampaknya melanggar kebijakan kami," tulis perusahaan melalui akun X resminya, Kamis (31/7).

Celah Misinformasi yang Langsung Dieksploitasi

Jurnalis 404 Media, Joseph Cox, membuktikan celah ini. Cox membuat gambar kawah ledakan di Los Angeles dan menambahkan kerumunan demonstran di luar kampus Google Mountain View, California. Kedua gambar tampak meyakinkan meski sepenuhnya fiktif.

Google sempat meremehkan kekhawatiran tersebut. Perusahaan berargumen setiap gambar Nano Banana telah dibubuhi watermark digital SynthID. "Kami menanggapi misinformasi dengan serius — setiap gambar yang dibuat dengan Nano Banana di Google Earth menyertakan tanda air digital SynthID," demikian bunyi pernyataan awal Google.

Argumen itu langsung menuai kritik tajam. Cox menilai respons Google "benar-benar tidak masuk akal" karena mengabaikan cara kerja misinformasi di dunia nyata. "Pikirkan, seberapa sering Anda berhenti untuk memverifikasi gambar yang Anda lihat secara online?" tulisnya di Blue Sky. Ia mengingatkan bahwa beberapa tahun lalu, seluruh internet sempat tertipu oleh gambar AI bayi merak yang dianggap asli.

Watermark Bukan Solusi Ampuh

Masalah utama pendekatan Google adalah asumsi bahwa pengguna akan memverifikasi setiap gambar secara proaktif. Pada praktiknya, gambar yang tampak autentik sering kali langsung dibagikan ulang tanpa pemeriksaan lebih lanjut, terutama jika menyangkut peristiwa besar atau kontroversial.

Watermark digital memang dapat dideteksi, tetapi membutuhkan alat khusus seperti aplikasi Gemini atau fitur Lens di Google Search. Ini berarti beban verifikasi ada di tangan pembaca, bukan di sistem yang mencegah pembuatan gambar menyesatkan sejak awal.

Langkah Lanjutan Google

Pada Jumat (1/8), Google mengulangi pembelaannya bahwa gambar yang dihasilkan telah diberi watermark. Namun, perusahaan menambahkan akan menerapkan pengaman yang lebih ketat sebelum mengaktifkan kembali fitur pembuatan gambar di Google Earth.

Belum ada jadwal pasti kapan fitur Nano Banana kembali tersedia. Google menyatakan sedang mengevaluasi ulang kebijakan dan mekanisme pencegahan untuk memastikan teknologi ini tidak lagi disalahgunakan menciptakan citra satelit palsu yang berpotensi memicu kesalahpahaman publik.

Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa integrasi AI generatif ke dalam platform yang mengutamakan akurasi data, seperti layanan pemetaan, membutuhkan pertimbangan risiko yang lebih matang. Kepercayaan pengguna terhadap Google Earth sebagai sumber referensi visual dunia adalah aset yang tidak bisa dikorbankan demi fitur eksperimental.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks