PALEMBANG — Kombes Pol Sonny Mahar Budi A didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kota Besar Palembang serta Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai NasDem, Lita Machfud Arifin, S.H, mengunjungi MA (14) di RS Bari Palembang. Pelajar tersebut masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius di kepala setelah menjadi korban penjambretan di wilayah hukum Polsek Kemuning.
Dalam kunjungan itu, rombongan turut diikuti Kasat Reskrim Polrestabes Palembang dan Kapolsek Seberang Ulu I Palembang. Kehadiran mereka untuk memberikan dukungan moril kepada MA dan keluarga, sekaligus meninjau langsung kondisi korban serta memastikan penanganan medis berjalan optimal.
Korban Anak Yatim, Sempat Terseret Motor Pelaku
MA diketahui merupakan seorang anak yatim piatu. Peristiwa yang menimpanya bermula saat korban berupaya mempertahankan telepon genggam miliknya yang dibeli dari hasil menabung selama kurang lebih tiga tahun.
Nahas, korban justru terseret sepeda motor pelaku dan mengalami luka serius di bagian kepala. Hingga saat ini, tim medis RS Bari Palembang masih memberikan penanganan intensif terhadap kondisi korban.
Penyidikan Masih Berjalan, Pelaku Diburu
Penanganan perkara ini dilakukan oleh Satreskrim Polrestabes Palembang. Penyidik masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Lita Machfud Arifin menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang dialami MA. Menurutnya, penanganan anak yang berhadapan dengan hukum harus tetap mengedepankan aspek pembinaan, namun di saat yang sama juga harus memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya.
Penguatan Karakter dan Pengawasan Keluarga Disorot
Politisi itu menegaskan peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya penguatan pendidikan karakter dan pengawasan keluarga. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat dinilai perlu diperkuat dalam mencegah kenakalan remaja agar tercipta lingkungan yang aman bagi anak-anak.
Selain memberikan bantuan, rombongan juga memastikan korban mendapatkan pendampingan selama menjalani proses pemulihan. Dukungan psikologis bagi korban dan keluarga menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut.