OGAN ILIR — Dua regu Manggala Agni Daops Sum-XIV/Banyuasin dikerahkan bersama personel TNI/Polri dan BPBD untuk menjinakkan api yang melahap lahan di dua desa tersebut. Kepulan asap sempat membubung tinggi dan nyaris menyelimuti badan jalan tol, mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas di Km 18.
Lahan Gambut dan Semak Belukar Jadi Bahan Bakar Api
Vegetasi yang terbakar didominasi belidang, semak belukar, gelam, dan akasia yang tumbuh di atas tanah rawa. Material tersebut dikenal mudah kering dan cepat terbakar, terutama saat musim kemarau. Kondisi inilah yang membuat api cepat menyebar dan sulit dipadamkan dari permukaan tanah.
Proses pemadaman darat berlangsung berjam-jam. Tim gabungan baru berhasil mengendalikan situasi dan memastikan api padam pada pukul 21.03 WIB. Belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian materiil warga, namun luasan lahan yang terbakar tercatat cukup signifikan.
Mengapa Titik Api Rawan Muncul di Kawasan Tol?
Kawasan sekitar ruas tol Palindra memang kerap menjadi langganan karhutla setiap tahun. Area berupa lahan kosong dan semak belukar yang luas seringkali menjadi sasaran pembakaran untuk penyiapan lahan. Tiupan angin kencang di area terbuka turut mempercepat perambatan api.
Dampaknya, asap tebal tidak hanya mengganggu pernapasan warga sekitar, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan tol. Jarak pandang pengemudi bisa menurun drastis ketika asap mengepung area tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya aktivitas membakar lahan secara sembarangan.
Upaya Pencegahan Karhutla Berikutnya
Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Tim gabungan di lapangan akan terus melakukan patroli dan monitoring titik panas untuk mengantisipasi munculnya kembali api. Manggala Agni dan BPBD setempat masih bersiaga di lokasi untuk proses pendinginan lahan.
Kejadian serupa diprediksi masih berpotensi terjadi mengingat puncak kemarau belum berakhir. Koordinasi antara pemerintah desa, TNI/Polri, dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan karhutla di wilayah Ogan Ilir.