Tim gabungan Subsatgas Polres Ogan Komering Ilir Posko Tulung Selapan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas lebih kurang dua hektare di areal PT Samora, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Proses pemadaman berlangsung sekitar lima jam pada Minggu (23/8) karena titik api berada di bawah permukaan tanah gambut.
PALEMBANG — Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kali ini lahan seluas dua hektare milik PT Samora di Kecamatan Tulung Selapan menjadi lokasi kemunculan titik api yang berhasil dipadamkan oleh personel kepolisian.
Perwira Pengendali Ipda Herman Colt memimpin langsung 11 personel Subsatgas Posko Tulung Selapan dalam operasi pemadaman yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB, Minggu (23/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II yang digelar Polda Sumatera Selatan.
Kendala Pemadaman di Lahan Gambut
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menjelaskan bahwa proses pemadaman menemui kendala yang cukup berarti. Area yang terbakar merupakan lahan gambut, sehingga api yang muncul di bawah permukaan tanah memerlukan penanganan ekstra agar tidak kembali membara.
"Petugas melakukan penyisiran dan pemadaman langsung pada titik api yang terdeteksi. Proses pemadaman menghadapi kendala lantaran area yang terbakar merupakan lahan gambut, sehingga api di bawah permukaan tanah memerlukan penanganan ekstra agar tidak kembali membara," kata Nandang dalam rilisnya di Palembang, Senin.
Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Kasatgas Ops Aman Nusa II Polda Sumsel terus memantau kesiapan operasional personel di lapangan. Penguatan koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk mempercepat penanggulangan karhutla di tingkat kewilayahan.
Penanganan difokuskan untuk menghentikan perambatan api serta memitigasi risiko lingkungan dan pemukiman warga sekitar. Nandang menegaskan komitmen kepolisian dalam memitigasi ancaman karhutla di wilayah Sumatera Selatan.
"Kami memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan," ujar Nandang.
Imbauan untuk Masyarakat dan Korporasi
Polda Sumsel mengimbau masyarakat maupun pihak korporasi untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan temuan titik api ke posko terdekat agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.
Langkah ini menjadi penting mengingat Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi yang rawan karhutla setiap musim kemarau. Keterlibatan semua pihak dinilai krusial untuk mencegah meluasnya kebakaran yang berdampak pada kabut asap dan kesehatan warga.