PALEMBANG — Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho menegaskan bahwa pembekalan kemampuan AI bagi personel ini bukan sekadar pelatihan teknis. Para peserta disiapkan menjadi ujung tombak edukasi kepada pelajar di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
“Penegakan hukum memang penting, tetapi mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan siber adalah tugas mulia yang jauh lebih utama,” ujar Sandi di Palembang, Kamis.
Empat Modus Kejahatan Siber yang Menyasar Pelajar
Pelatihan yang digelar pada Triwulan III Tahun Anggaran 2026 ini menyoroti setidaknya empat modus kejahatan yang kerap menimpa generasi muda. Mulai dari penyebaran hoaks, manipulasi wajah atau deepfake, peniruan suara atau voice cloning, hingga perundungan siber dan judi daring.
Materi yang diberikan mencakup pengantar AI, teknik penggunaan prompt, etika pemanfaatan, hingga pencegahan hoaks. Para peserta juga diperkenalkan dengan Platform Senopati serta menjalani simulasi penyampaian materi dan uji pre-test serta post-test.
Tiga Instruksi Utama Kapolda untuk Personel
Sandi memberikan tiga arahan khusus kepada 159 personel yang terdiri dari Wakapolres, Kasatreskrim, Kasatlantas, Kasihumas, Kanit Pidsus, hingga personel Ditreskrimsus, Ditlantas, Ditbinmas, Bidhumas, dan Biro SDM tersebut.
- Memperkuat literasi digital di kalangan pelajar secara aktif dan berkelanjutan.
- Membangun kolaborasi lintas fungsi kepolisian dalam menyebarkan edukasi.
- Menjalin sinergi dengan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah di seluruh Sumatera Selatan.
Para peserta dituntut mampu menyampaikan materi dengan bahasa sederhana dan relevan, bukan sekadar memahami teknologi itu sendiri.
Narasumber dari Dinas Pendidikan hingga Ditreskrimsus
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari internal kepolisian dan eksternal. Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Sumsel Muhammad Nuril Yunus turut dilibatkan, bersama Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sumsel AKBP Dudi Novery, Kasubbid PID Bidhumas AKBP Suparlan, serta Kanit 1 Subdit 5 Ditreskrimsus Kompol Muhammad Firmansyah.
Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya menambahkan, edukasi ini penting agar pelajar bisa menjaga data pribadi dan memahami aturan hukum di ruang siber. “Peserta tidak hanya dituntut memahami teknologi AI, tetapi juga harus mampu menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan relevan,” katanya.
Program Paham AI ini merupakan bagian dari Quick Wins Presisi Akselerasi Transformasi Polri. Targetnya, jejaring edukator digital terbentuk hingga tingkat Polres demi menciptakan lingkungan digital yang aman dan produktif bagi masyarakat Sumatera Selatan.