Pencarian

Polda Sumsel Kerahkan 354 Personel Aman Nusa II ke 5 Daerah Rawan Karhutla, 2.145 Hotspot Terpantau

Minggu, 16 Agustus 2026 • 12:15:02 WIB
Polda Sumsel Kerahkan 354 Personel Aman Nusa II ke 5 Daerah Rawan Karhutla, 2.145 Hotspot Terpantau
Personel Polda Sumatera Selatan mengikuti apel kesiapan Operasi Aman Nusa II di Palembang, Sabtu.

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan resmi mengerahkan 354 personel dalam Operasi Aman Nusa II untuk memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla. Pasukan di bawah kendali operasi (BKO) itu terdiri atas 197 personel Polda Sumsel dan 157 personel dari jajaran Polres.

Lima kabupaten yang menjadi prioritas penugasan adalah Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALi). Operasi ini berlangsung mulai 7 Agustus hingga 30 September 2026, dengan penugasan awal personel selama enam hari dan dapat diperpanjang sesuai dinamika lapangan.

Lonjakan Titik Panas dan Rekor 37 Kejadian dalam Sehari

Penguatan operasi dinilai mendesak menyusul lonjakan data hotspot di Sumatera Selatan. Pemantauan pada 1–10 Agustus 2026 mencatat 2.145 titik panas, dengan konsentrasi terbesar berada di OKI (54 titik) dan Muba (51 titik).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bahkan mencatat rekor 37 kejadian karhutla dalam satu hari pada 2 Agustus 2026. Angka ini menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan menjelang puncak musim kemarau.

Deteksi Dini Kunci Keberhasilan Operasi

Direktur Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan menegaskan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari kemampuan mencegah dampaknya. Ia meminta jajarannya bertindak cepat sebelum api membesar.

"Jangan menunggu api membesar. Deteksi sedini mungkin dan lakukan pemadaman secepatnya. Keberhasilan operasi bukan hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, melainkan juga dari kemampuan mencegah dampaknya," kata Ridwan di Palembang, Sabtu.

Imbauan untuk Masyarakat: Jangan Bakar Lahan

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi lahan kering dan angin kencang membuat api berpotensi meluas dalam waktu singkat.

"Sekecil apa pun api, apabila berada di lahan kering dan kondisi angin mendukung, dapat berkembang cepat. Pencegahan jauh lebih efektif daripada menunggu kebakaran meluas," ujar Nandang.

Sinergi Lintas Sektoral dan Penegakan Hukum

Polda Sumsel menegaskan penanganan karhutla mengedepankan sinergi lintas sektoral bersama TNI, BPBD, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang dilakukan mencakup tindakan preventif, pemadaman darat, hingga penegakan hukum tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.

Penegakan hukum menjadi bagian penting untuk memberikan efek jera bagi oknum yang sengaja membakar lahan. Sementara itu, upaya preventif terus digalakkan melalui patroli terpadu dan sosialisasi ke desa-desa rawan karhutla di Sumatera Selatan.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks