Pencarian

3.000 Personel TNI Dikerahkan ke Sumsel, Presiden Prabowo Setujui Tambahan 20 Excavator untuk Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 • 08:31:02 WIB
3.000 Personel TNI Dikerahkan ke Sumsel, Presiden Prabowo Setujui Tambahan 20 Excavator untuk Karhutla
Tiga ribu personel TNI dikerahkan untuk mempercepat penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

PALEMBANG — Presiden Prabowo Subianto langsung menggelar rapat darurat di VIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang begitu tiba di Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026). Pertemuan itu dihadiri Pangdam II/Swj Mayjen TNI Ujang Darwis, Gubernur Sumsel Herman Deru, dan Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Dr. H. Sandi Nugroho.

Dalam rapat tersebut, Presiden menanyakan kebutuhan konkret Pemprov Sumsel untuk mempercepat pemadaman karhutla. Hasilnya, pemerintah pusat menyetujui penambahan armada udara dan 20 unit excavator untuk membuka akses serta membuat sekat kanal di lokasi yang sulit dijangkau.

3.000 Personel TNI dan 60 Unit Damkar Dikerahkan

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Ujang Darwis menjelaskan, penanganan karhutla di Sumsel melibatkan 3.000 personel TNI yang berasal dari satuan Yonif TP. Mereka disebar ke sejumlah kabupaten yang titik apinya paling banyak terpantau.

Selain personel, dukungan logistik juga sudah didistribusikan ke lapangan. Sebanyak 60 unit kendaraan Damkar dan 280 APD bantuan Kementerian Pertahanan telah disalurkan ke Batalyon-Batalyon dan Kodim-Kodim di wilayah Sumsel.

Empat Kabupaten dengan Titik Panas Terbanyak

Hingga Senin (24/8/2026), hotspot paling banyak terpantau di empat kabupaten. Wilayah tersebut adalah Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Muara Enim.

Sebelum rapat darurat digelar, Pangdam II/Swj bersama Danrem 044/Gapo sempat meninjau langsung sejumlah lokasi titik api di wilayah Banyuasin. Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan akses personel dan alat berat menuju lokasi kebakaran.

Alat Berat untuk Membuka Akses dan Sekat Kanal

Penambahan alat berat menjadi kunci percepatan penanganan di lapangan. Excavator yang disiapkan akan digunakan untuk tiga tugas utama: membuka akses menuju titik api, membuat sekat kanal, dan mendukung proses pemadaman di lahan gambut yang sulit dijangkau.

Langkah ini dinilai penting karena sebagian besar karhutla di Sumsel terjadi di lahan gambut yang apinya kerap membakar lapisan tanah di bawah permukaan. Tanpa alat berat, pemadaman hanya efektif di permukaan dan api mudah muncul kembali.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: halosumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks