SUMATERA SELATAN — Forum yang mempertemukan pejabat senior pemerintah dan CEO perusahaan besar kedua negara ini menjadi momentum memperluas hubungan ekonomi yang selama ini bertumpu pada sektor energi. Kini, cakupannya merambah ke industri kreatif, pertambangan, layanan keuangan, hingga gim dan e-sports.
Investasi Prancis Tersebar di 18 Sektor
Menteri Investasi Arab Saudi, Fahad Al-Saif, mengungkapkan investasi perusahaan Prancis di negaranya telah tersebar di lebih dari 18 sektor dengan sekitar 650 izin investasi. Angka ini menunjukkan hubungan ekonomi kedua negara tidak lagi bergantung pada minyak dan manufaktur.
Perusahaan-perusahaan Prancis tercatat aktif di sektor energi, transportasi, logistik, konstruksi, air, layanan lingkungan, perhotelan, hingga layanan kesehatan. Rekam jejak ini dinilai mampu melengkapi agenda transformasi ekonomi Saudi yang tengah berjalan.
Target Infrastruktur AI 3 Gigawatt pada 2030
Arab Saudi tengah gencar mendorong pengembangan kapasitas AI dan pusat data. Pemerintah Saudi menargetkan kapasitas infrastruktur AI mencapai 3 gigawatt pada 2030, sebuah lompatan besar yang membutuhkan mitra teknologi global.
Prancis, dengan keunggulan di bidang teknologi, industri, keuangan, dan inovasi, dipandang sebagai mitra ideal. Kerja sama energi juga tetap menjadi pilar penting, namun cakupannya mulai berkembang ke energi terbarukan, hidrogen, serta infrastruktur jaringan listrik.
Perdagangan Bilateral Tumbuh 7,2 Persen
Nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai sekitar 10,1 miliar euro pada 2025, meningkat 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh berbagai kebijakan baru Arab Saudi untuk menarik investasi asing.
Pembaruan aturan investasi, kawasan ekonomi khusus, serta program regional headquarters menjadi daya tarik utama. Hingga kini, lebih dari 750 perusahaan telah mendirikan kantor pusat regional di Riyadh, dan 39 di antaranya merupakan perusahaan Prancis yang bergerak di delapan sektor.
Pilar Diversifikasi Ekonomi Saudi
Penguatan hubungan ini merupakan bagian dari upaya besar Arab Saudi melakukan diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan terhadap minyak. Investasi ditempatkan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dalam agenda Vision 2030.
Kerja sama dengan Prancis diharapkan mempertemukan kebutuhan investasi Saudi dengan keunggulan teknologi perusahaan Prancis, sekaligus menghasilkan proyek-proyek konkret di berbagai sektor strategis. Hubungan diplomatik kedua negara yang telah berlangsung sekitar satu abad menjadi fondasi kokoh, diperkuat lagi lewat pembentukan Strategic Partnership Council pada 2024.
Bagi Arab Saudi, kehadiran investor asing seperti Prancis menjadi sinyal kuat bahwa agenda transformasi ekonomi mereka berjalan di jalur yang tepat, menarik minat global di luar sektor minyak dan gas.