LAHAT — Upaya pemadaman melibatkan personel Polsek Merapi Barat, Pemerintah Kecamatan Merapi Barat, TNI, serta warga setempat. Kapolsek Merapi Barat AKP Edward Gultom memimpin langsung operasi di lapangan bersama Camat Merapi Barat H. Heri Yulianto, Danramil Merapi, dan Penjabat Kepala Desa Ulak Pandan Sefran Alberlin sejak pukul 08.00 WIB.
Hingga Senin sore, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif. Personel gabungan masih melakukan pemantauan untuk mencegah munculnya titik api susulan.
Kendala Akses: Pemadaman Manual dengan Peralatan Seadanya
Sulitnya akses menuju lokasi perbukitan menjadi kendala utama petugas dalam menjinakkan si jago merah. Armada pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api, sehingga pemadaman terpaksa dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya.
Kobaran api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 05.00 WIB. Api terlihat membesar dari kawasan kaki Bukit Senubut dan mengancam lahan perkebunan warga di areal yang lebih rendah.
Antisipasi Karhutla: Sinergi Lintas Sektor dan Edukasi Warga
Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto menegaskan pentingnya kewaspadaan dan sinergi lintas sektor, termasuk dengan Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA), untuk mengantisipasi potensi karhutla di wilayah perbukitan.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran Bhabinkamtibmas agar proaktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya dan larangan membuka lahan dengan cara dibakar.