Pemkab Muara Enim memperketat patroli di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan dengan menyiagakan 100 personel BPBD serta puluhan unit kendaraan pemadam. Langkah ini diambil setelah pemantauan Sipongi Kemenhut dan BMKG Sumsel mencatat 232 titik panas (hotspot) hingga Sabtu (5/9), terbanyak di Kecamatan Gelumbang dengan 62 titik. Meski begitu, pemerintah memastikan indeks kualitas udara di wilayah itu masih berada pada kategori sedang.
MUARA ENIM — Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim Sumarni mengatakan pihaknya memperketat tindakan pencegahan dini di seluruh kawasan rawan karhutla. Data hotspot yang tersebar di sejumlah kecamatan jadi dasar penguatan patroli darat dan pengawasan titik api secara real-time.
Sebaran 232 Titik Panas: Gelumbang Terbanyak
Berdasarkan pemantauan berbasis data Sipongi Kemenhut dan BMKG Sumsel hingga Sabtu (5/9), tercatat 232 titik hotspot di Kabupaten Muara Enim.
Tiga wilayah dengan sebaran terbanyak yakni Kecamatan Gelumbang 62 titik, Sungai Rotan 34 titik, dan Lawang Kidul 29 titik. Sisanya tersebar di beberapa kecamatan lain.
Kondisi Lapangan Masih Terkendali
Sumarni menyatakan titik panas yang terdeteksi tidak serta-merta membuat kondisi di lapangan memburuk.
"Meskipun titik panas terdeteksi di sejumlah area, Pemkab Muara Enim memastikan kondisi di lapangan masih relatif terkendali, termasuk indeks kualitas udara masih berada pada level kategori sedang," katanya.
Kendati demikian, ia menegaskan monitoring hotspot terus diperketat.
"Kami memperketat tindakan pencegahan dini di seluruh kawasan rawan karhulta," tegasnya.
100 Personel dan 20 Motor Pemadam Disiagakan
Pemkab Muara Enim menyiagakan 100 personel dari BPBD untuk patroli dan penanganan cepat karhutla.
Dukungan kendaraan meliputi 20 unit motor pemadam, 25 unit mesin pompa, 25 unit tandon air, dan 200 rol selang.
Langkah operasional yang dioptimalkan mencakup patroli darat rutin, pengawasan titik api secara real-time, sosialisasi penanganan karhutla, hingga kesiapan penuh tim pemadam di tingkat kecamatan.
Imbauan: Jangan Buka Lahan dengan Cara Bakar
Sumarni mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu karhutla.
"Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor ke perangkat desa atau pihak terkait jika menemukan adanya titik api di wilayah masing-masing," ujarnya.