Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muara Enim Abdurrozieq Putra menyatakan karhutla di Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang dan Desa Muara Lawai sudah padam total. Laporan peristiwa diterima pihaknya pada Kamis (10/9) pukul 23.50 WIB dengan total luas lahan terbakar mencapai 11 hektare. Tim gabungan masih berada di lokasi untuk pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api.
MUARA ENIM — Kebakaran hutan dan lahan yang melanda dua desa di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dinyatakan padam total. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim, Abdurrozieq Putra, memastikan tidak ada lagi titik api yang aktif di kedua lokasi tersebut.
"Karhutla yang terjadi di Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang dan Desa Muara Lawai kondisinya saat ini sudah padam total," kata Abdurrozieq Putra saat dihubungi dari Palembang, Sabtu.
Laporan Masuk Tengah Malam, 11 Hektare Terbakar
Laporan peristiwa karhutla diterima pihaknya pada Kamis (10/9) pukul 23.50 WIB. Dari laporan tersebut, petugas bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
"Total luas lahan yang terbakar di dua lokasi ini mencapai 11 hektare," katanya.
Mendapat laporan dari masyarakat, BPBD menerjunkan personel gabungan untuk memadamkan api. Personel gabungan terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran Muara Enim, TNI, Polri, dan dibantu masyarakat sekitar.
Peralatan yang Dikerahkan ke Lokasi
Petugas gabungan membawa sejumlah peralatan untuk memadamkan api. Peralatan tersebut meliputi lima unit mobil suplai air, empat unit kendaraan roda dua yang sudah dimodifikasi bisa menyemprotkan air, serta 16 roll selang machino dan peralatan lainnya.
Proses pemadaman berlangsung hingga malam hari. Personel gabungan berjibaku memadamkan api di dua lokasi berbeda.
"Alhamdulillah hingga tadi malam karhutla di dua desa tersebut sudah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan di lapangan," tegasnya.
Pendinginan dan Edukasi ke Warga Sekitar
Saat ini tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan. Langkah ini dilakukan guna mencegah munculnya kembali titik api yang dapat memicu karhutla.
Selain pendinginan, tim di lapangan juga mengedukasi masyarakat sekitar. Warga diminta tidak membuka lahan pertanian dan perkebunan dengan cara dibakar karena dapat memicu karhutla.
"Tim kami di lapangan juga mengedukasi masyarakat sekitar untuk tidak membuka lahan pertanian dan perkebunan dengan cara dibakar karena dapat memicu karhutla," tegasnya.