AMD memproyeksi pasar prosesor server bakal menyentuh angka 120 miliar dolar AS pada 2030 melalui spesialisasi chip EPYC generasi mendatang. Perusahaan kini meninggalkan pendekatan satu model untuk semua demi mengejar kebutuhan spesifik infrastruktur AI dan komputasi awan. Langkah strategis ini mencakup pengembangan arsitektur Zen 6 hingga Zen 8 untuk menangani beban kerja agentic AI.
CEO AMD Lisa Su memberikan sinyal kuat bahwa masa depan pusat data tidak lagi bergantung pada satu jenis prosesor serbaguna. Dalam paparan kinerja keuangan terbaru, AMD mengungkapkan rencana ambisius untuk memecah portofolio CPU EPYC menjadi beberapa segmen yang sangat spesifik. Pergeseran ini merespons kebutuhan penyedia layanan hyperscale cloud yang mulai membangun silikon kustom mereka sendiri untuk menangani kecerdasan buatan (AI).
Mengakhiri Era Satu Chip untuk Semua Kebutuhan Server
Selama ini, pasar CPU server sering dipandang sebagai kategori homogen. Namun, AMD kini melihat pasar terbelah menjadi fragmen-fragmen beban kerja yang unik. Lisa Su menegaskan bahwa industri membutuhkan portofolio CPU yang luas karena karakteristik setiap beban kerja AI memiliki tuntutan perangkat keras yang berbeda secara fundamental.
"Industri akan membutuhkan portofolio CPU yang luas, tidak semua CPU itu sama. Terus terang, Anda akan membutuhkan CPU yang berbeda, baik itu untuk operasi umum, sebagai head nodes, atau untuk tugas-tugas agentic AI," ujar Lisa Su di hadapan para analis keuangan.
Fokus AMD ke depan adalah membangun model yang dioptimalkan berdasarkan empat pilar utama: throughput, efisiensi daya, biaya, dan infrastruktur AI. Strategi ini sudah mulai terlihat pada keluarga prosesor EPYC generasi keempat berbasis Zen 4, namun akan menjadi jauh lebih agresif pada generasi-generasi berikutnya.
Bocoran Zen 6 Venice dengan Kekuatan 256 Core
Loncatan teknologi paling signifikan akan muncul pada prosesor EPYC generasi keenam yang menggunakan mikroarsitektur Zen 6 dengan kode nama "Venice". AMD berencana menawarkan varian dengan jumlah inti (core) mencapai 256 unit untuk server kategori umum. Angka ini menjadi standar baru dalam persaingan performa mentah di ruang pusat data.
Selain Venice, AMD juga menyiapkan lini "Verona" yang dirancang khusus sebagai CPU pertama EPYC untuk infrastruktur AI. Perusahaan sedang mempertimbangkan apakah chip untuk agentic AI ini akan menggunakan konfigurasi silikon yang sepenuhnya terpisah atau memodifikasi desain standar melalui penyesuaian clock speed dan kapasitas cache yang lebih besar.
- Venice: Fokus pada throughput maksimal untuk server general-purpose.
- Verona: Dioptimalkan khusus sebagai pendamping unit akselerator AI.
- Customization: Penyesuaian konfigurasi interconnect untuk menekan latensi tugas AI.
Investasi Besar Menuju Roadmap Arsitektur Zen 8
Meskipun pengembangan CPU pada node proses manufaktur terdepan memakan biaya yang sangat mahal, AMD tidak mengerem investasi riset mereka. Lisa Su mengonfirmasi bahwa tim insinyur AMD sudah bekerja melampaui arsitektur Venice, yang mencakup pengembangan mikroarsitektur Zen 7 dan Zen 8 dalam roadmap jangka panjang mereka.
Optimisme ini didorong oleh angka pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) pasar CPU server yang diprediksi mencapai 35 persen. Dengan potensi pasar senilai 120 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.920 triliun) di akhir dekade ini, spesialisasi produk menjadi kunci agar AMD tidak kehilangan relevansi di hadapan dominasi GPU dan chip kustom internal milik raksasa teknologi seperti Google atau AWS.
Ekspansi ini menandai fase baru bagi AMD yang tidak lagi sekadar mengejar ketertinggalan performa dari kompetitor, melainkan mendikte bagaimana infrastruktur AI masa depan seharusnya dibangun. Fokus pada agentic AI—sistem yang mampu menjalankan tugas secara mandiri—menunjukkan bahwa AMD sedang menyiapkan fondasi perangkat keras untuk gelombang besar AI berikutnya yang lebih kompleks dari sekadar chatbot sederhana.