SUMATERA SELATAN — Palembang bukan sekadar kota pempek. Jejak kulinernya membentang dari lapak tua yang bertahan puluhan tahun hingga kafe kekinian yang muncul belakangan. Bagi wisatawan yang ingin menjelajah tanpa tersesat di informasi usang, merangkum destinasi terbaru memang butuh usaha. Data akurat biasanya baru utuh setelah pertengahan tahun, membuat panduan komprehensif seperti ini krusial.
Warisan Rasa yang Bertahan Sejak 1947
Martabak HAR menjadi salah satu ikon tertua. Didirikan Haji Abdul Razak pada 1947, tempat di Jl. Jend. Sudirman No. 887 ini menyajikan martabak telur dengan kuah kari India yang kaya rempah. Perpaduan gurih, pedas, dan manis jadi ciri khasnya. Roti cane dengan kuah serupa juga tersedia. Buka pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, harga menu mulai Rp 20.000 hingga Rp 50.000.
Tak kalah legendaris, Mie Celor 26 Ilir telah beroperasi sejak 1953. Berlokasi di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 2, tempat ini buka dari pukul 06.00 hingga 21.00 WIB. Kuah santan yang berpadu kaldu udang gurih menjadi daya tarik utama, dilengkapi telur rebus, tauge segar, udang, dan taburan ebi aromatik. Pengunjung bisa menyesuaikan porsi mie hingga jumlah udang. Harganya berkisar Rp 24.000 hingga Rp 62.000.
Dari Pempek hingga Pindang: Cita Rasa Autentik
Pempek Candy di Jl. Jend. Sudirman No. 143 menjadi favorit untuk menikmati pempek autentik dengan harga bersahabat. Menu andalannya adalah pempek kapal selam berukuran besar, plus variasi adaan dan lenjer. Buka setiap hari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB, harga mulai Rp 10.000 hingga Rp 50.000.
Bagi pencinta hidangan laut, Rumah Makan Sarinande Tempo Doeloe (STD) yang berdiri sejak 1956 di Jl. Mayor Ruslan No. 966 wajib dikunjungi. Spesialisasi mereka adalah pindang belido yang menggunakan ikan asli Sumatera Selatan, plus pindang patin, pindang udang, dan pindang tulang. Buka pukul 10.00 hingga 22.00 WIB dengan harga mulai Rp 20.000.
Pilihan lain datang dari Pondok Pindang Umak di Jl. Demang Lebar Daun. Tempat ini buka pukul 10.30 hingga 21.00 WIB, menawarkan kuah pindang kaya rasa dan segar dengan pilihan ikan atau daging. Harga berkisar Rp 30.000 hingga Rp 70.000.
Laksan Kaito dan Sajian Tradisional Modern
Laksan Kaito menghadirkan hidangan tradisional berbahan ikan dan tepung sagu yang disiram kuah santan gurih dan kental. Tempat ini menawarkan varian laksan biasa hingga laksan telur. Detail lokasi dan jam operasionalnya menjadi incaran pecinta kuliner yang ingin mencicipi sajian khas Palembang dengan sentuhan modern.
Dari Martabak HAR yang bertahan 79 tahun hingga Laksan Kaito yang kini hits, Palembang membuktikan diri sebagai destinasi kuliner yang tak pernah berhenti berevolusi. Panduan ini bisa menjadi peta awal sebelum anda benar-benar mencicipi sendiri kekayaan rasanya.