Pencarian

BPBD OKU Padamkan Karhutla di Desa Terusan, 1.000 Meter Persegi Lahan Semak Belukar Terbakar

Minggu, 19 Juli 2026 • 13:19:11 WIB
BPBD OKU Padamkan Karhutla di Desa Terusan, 1.000 Meter Persegi Lahan Semak Belukar Terbakar
Petugas BPBD OKU memadamkan api di lahan semak belukar seluas 1.000 meter persegi di Desa Terusan, Kecamatan Baturaja Timur, Sabtu (15/3).

BATURAJA — Kebakaran lahan terjadi di Desa Terusan, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, pada Sabtu (15/3) siang. Api diketahui pertama kali muncul sekitar pukul 15.15 WIB dan membakar area seluas 1.000 meter persegi.

Api Dipadamkan dalam Hitungan Jam

Kepala BPBD OKU Januar Efendi mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan warga. Sebanyak puluhan personel Satgas Karhutla dikerahkan ke lokasi dengan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu mobil tangki suplai air.

"Saat ini api sudah berhasil dipadamkan dan telah dilakukan pendinginan," kata Januar saat dihubungi dari Palembang, Sabtu.

Pemicu Kebakaran: Puntung Rokok di Lahan Kapling

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lapangan, area yang terbakar merupakan lahan kapling yang ditumbuhi semak belukar. Januar menduga kebakaran terjadi akibat kelalaian warga yang membuang puntung rokok sembarangan di lokasi tersebut.

Beruntung, angin tidak bertiup kencang saat kejadian sehingga api tidak menjalar ke pemukiman atau lahan pertanian di sekitarnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pemantauan Hotspot 1x24 Jam dan Imbauan ke Warga

Menghadapi musim kemarau yang rawan karhutla, BPBD OKU memperketat pengawasan. Satgas Karhutla melakukan pemantauan cuaca dan titik hotspot secara berkala selama 24 jam. Peringatan dini juga didistribusikan ke masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Kami imbau masyarakat untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar agar tidak memicu titik api yang menyebabkan karhutla," ujar Januar Efendi.

Pihak BPBD juga mengingatkan bahwa membakar lahan secara sembarangan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bencana kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.

Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks