Pencarian

Disdikbud Muba Luruskan Data Anak Tidak Sekolah: 14.193 Bukan 19 Ribu, Gerakan Kembali Bersekolah Segera Digulirkan

Sabtu, 25 Juli 2026 • 12:37:31 WIB
Disdikbud Muba Luruskan Data Anak Tidak Sekolah: 14.193 Bukan 19 Ribu, Gerakan Kembali Bersekolah Segera Digulirkan

MUSI BANYUASIN — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Muba meluruskan persepsi tentang angka anak putus sekolah. Kepala Disdikbud Muba, Yayan, S.E., M.M., menegaskan bahwa angka 19 ribu yang ramai diberitakan bukan data riil. “Data awal ATS yang menjadi sasaran penanganan pemerintah berjumlah 14.193 anak, bukan 19 ribu anak seperti yang diberitakan,” ujarnya dalam klarifikasi resmi, Rabu (12/2/2026).

Yayan menjelaskan angka itu bersumber dari dashboard nasional yang datanya belum diperbarui secara penuh. Pengecekan lapangan menunjukkan mayoritas anak yang tercatat sudah lulus, pindah ke pesantren, atau kembali bersekolah. Sistem pusat belum tersinkronisasi karena masih dalam tahap penyempurnaan.

Progres Verifikasi: 84% Data Tervalidasi, 2.308 Masih Dicek

Disdikbud Muba bersama pemerintah kecamatan, desa, satuan pendidikan, dan PKBM telah menuntaskan verifikasi di 15 kecamatan hingga Juli 2026. Dari total 14.193 data awal, sebanyak 11.885 data (sekitar 84 persen) sudah tervalidasi. Sisanya 2.308 data masih dalam proses pengecekan.

Disdikbud berkoordinasi intensif dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Selatan untuk mempercepat pemutakhiran data di dashboard nasional. “Kondisi di lapangan jauh lebih baik dari yang terlihat di sistem,” kata Yayan. Ia berharap sinkronisasi data rampung dalam waktu dekat agar intervensi tepat sasaran.

Gerakan Kembali Bersekolah: Akselerasi Hak Belajar Anak Muba

Pemerintah Kabupaten Muba tidak hanya berhenti pada validasi data. Tim Ahli Bupati dan Disdikbud terus melakukan intervensi langsung: pendampingan keluarga, penjangkauan rumah ke rumah, dan koordinasi lintas sektor. Dalam waktu dekat, Disdikbud akan menggulirkan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) sebagai langkah akseleratif.

Program ini dirancang untuk mengembalikan hak belajar anak-anak di Bumi Serasan Sekate. “Kami mengajak media massa dan masyarakat untuk melihat data secara objektif. Penanganan anak tidak sekolah membutuhkan sinergi semua pihak agar masa depan pendidikan di Muba semakin membaik,” tutup Yayan.

Bagikan
Sumber: musinews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks