PALEMBANG — PT Pegadaian (Persero) memperkuat komitmennya di bidang lingkungan dengan menyalurkan bantuan sarana pengelolaan sampah untuk program Memilah Sampah Menabung Emas. Penyerahan dilakukan dalam rangkaian Apel Akbar Satlinmas sekaligus Deklarasi, Pelantikan, dan Pengukuhan DPP serta DPD ASLINMAS se-Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang.
Bantuan berupa 5 unit kendaraan pengangkut sampah dan 50 karung pilah sampah ini tidak hanya menyasar satu wilayah. Pegadaian mendistribusikannya untuk mendukung gerakan pemilahan sampah di lima provinsi, yakni Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.
Menghubungkan Kebiasaan Pilah Sampah dengan Literasi Keuangan
Program ini mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui mekanisme menabung emas, sampah yang berhasil dipilah diharapkan bisa memiliki nilai ekonomi bagi warga yang terlibat.
“Kami percaya bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Memilah sampah mungkin terlihat sebagai langkah kecil, tetapi ketika dilakukan bersama-sama oleh masyarakat, dampaknya dapat menjadi sangat besar,” ujar Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Palembang, Novryandi.
Menurut Novryandi, pendekatan ini sengaja dirancang untuk membangun kebiasaan mengelola aset—baik itu sampah maupun keuangan—secara bijak. Sampah yang tadinya dianggap masalah, bisa memberi manfaat kembali setelah melalui proses pemilahan.
Bukan Hanya Sarana, tapi Pemicu Perubahan Perilaku
Pegadaian menegaskan bahwa penyerahan kendaraan pengangkut dan karung pilah bukanlah titik akhir dari program ini. Yang lebih penting, fasilitas tersebut bisa menggerakkan masyarakat untuk memilah sampah secara konsisten dari sumbernya.
“Bantuan ini bukan sekadar penyediaan sarana pengangkutan dan pemilahan sampah. Kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat, sehingga memilah sampah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari,” tambah Novryandi.
Dari kebiasaan tersebut, perusahaan BUMN ini melihat peluang terciptanya nilai ekonomi baru di tingkat komunitas. Semangat ini sejalan dengan edukasi Pegadaian mengenai pengelolaan keuangan yang baik untuk masa depan.
Kolaborasi Lintas Sektor Menjadi Kunci Keberlanjutan
Novryandi menekankan bahwa keberhasilan gerakan pengelolaan sampah tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, organisasi masyarakat, dan individu untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan.
“Yang kami dorong melalui program ini bukan hanya masyarakat yang semakin peduli terhadap sampah, tetapi juga masyarakat yang semakin memahami pentingnya mengelola sesuatu dengan baik. Ketika sampah dipilah, kita mendapatkan nilai yang berbeda. Begitu juga dengan keuangan, ketika dikelola dan direncanakan dengan baik, dapat menjadi aset untuk masa depan,” jelasnya.
Gerakan Harus Semakin Besar Setelah Bantuan Diterima
Pegadaian berharap dukungan di lima provinsi ini bisa berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan lebih banyak masyarakat. Keberlanjutan program menjadi perhatian utama, bukan sekadar seremonial penyerahan bantuan.
“Kami ingin gerakan ini tidak berhenti pada seremoni penyerahan bantuan. Justru setelah bantuan diterima, gerakannya harus semakin besar,” tegas Novryandi.
Wakil Direktur Utama PT Pegadaian, Budi Wahju Soesilo, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya. Implementasi dukungan di lapangan, salah satunya, terlihat dari penyerahan kendaraan pengangkut sampah yang ditampilkan dalam rangkaian acara di Palembang untuk mendukung operasional pengumpulan sampah di Kepulauan Bangka Belitung.