Pencarian

KA Rajabasa Kertapati-Tanjungkarang Tetap Beroperasi Saat Anak Krakatau Erupsi, KAI Pantau Kondisi Perjalanan

Senin, 07 September 2026 • 10:03:01 WIB
KA Rajabasa Kertapati-Tanjungkarang Tetap Beroperasi Saat Anak Krakatau Erupsi, KAI Pantau Kondisi Perjalanan
KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang tetap beroperasi normal saat erupsi Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga Level III.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang memastikan layanan KA Rajabasa relasi Kertapati-Tanjungkarang (PP) tetap berjalan normal di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau yang berstatus Siaga atau Level III. Manajer Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menegaskan keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama perusahaan dengan terus memantau kondisi perjalanan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

PALEMBANG — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang meningkat tidak mengubah jadwal operasional kereta api lintas Sumatera bagian selatan. KAI Divre III Palembang menyatakan perjalanan KA Rajabasa yang menghubungkan Stasiun Kertapati dan Tanjungkarang masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Kepastian ini disampaikan menyusul laporan Badan Geologi yang mencatat erupsi menerus disertai suara gemuruh pada 5 September 2026. Status gunung yang berada di Selat Sunda itu masih bertahan di Level III atau Siaga.

Koordinasi dengan Badan Geologi dan BMKG Terus Dilakukan

Manajer Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan perusahaan tidak bisa bekerja sendiri dalam situasi seperti ini. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Geologi, PVMBG, BMKG, dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi gangguan terhadap perjalanan kereta api.

"Adanya erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berarti layanan KA Rajabasa dihentikan. Namun, KAI tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi perjalanan dan berkoordinasi dengan pihak terkait sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api," kata Aida di Palembang, Minggu.

Potensi Bahaya: Lava, Batu Pijar, hingga Hujan Abu Lebat

Badan Geologi mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi yang meliputi aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, dan hujan abu lebat. Imbauan ini ditujukan tidak hanya bagi warga di sekitar gunung, tetapi juga para pengguna transportasi umum.

KAI mengimbau pelanggan KA Rajabasa yang hendak menuju Lampung maupun sebaliknya agar terus mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi, PVMBG, BMKG, serta pemerintah daerah. Penumpang juga diminta tetap memakai masker selama perjalanan, khususnya jika terdapat paparan debu atau abu vulkanik di lingkungan sekitar.

Kabut Asap Karhutla Perparah Kualitas Udara di Palembang

Selain ancaman abu vulkanik, KAI Divre III turut menyoroti kondisi kualitas udara di Palembang dan sejumlah wilayah Sumatera Selatan yang menurun akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan pemantauan BMKG, konsentrasi Particulate Matter (PM2.5) di Stasiun Pemantauan Musi 2 Palembang pada Minggu telah mencapai kategori berbahaya.

"Kami berharap pelanggan tetap tenang, tidak panik, dan selalu mendapatkan informasi dari sumber resmi. Yang terpenting, jaga kesehatan, gunakan masker saat diperlukan, dan jangan memaksakan perjalanan apabila kondisi kesehatan maupun situasi lingkungan tidak memungkinkan," ujar Aida.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks