Pencarian

BRI Pagaralam Dorong UMKM Manfaatkan QRIS, Volume Transaksi Merchant Tembus Rp67,9 Triliun

Kamis, 17 September 2026 • 06:31:01 WIB
BRI Pagaralam Dorong UMKM Manfaatkan QRIS, Volume Transaksi Merchant Tembus Rp67,9 Triliun

PAGARALAM — Pergerakan wisatawan di Kota Pagaralam membuka rantai ekonomi yang lebih panjang dari sekadar kunjungan ke destinasi. Mulai dari kuliner, produk oleh-oleh, perdagangan, jasa transportasi, hingga usaha pendukung lain ikut merasakan dampaknya. Pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata punya peluang mengambil bagian dari rantai tersebut.

Ketika wisatawan datang, kebutuhan mereka tidak tunggal. Pengunjung butuh makanan dan minuman, tempat berbelanja produk lokal, transportasi, hingga penginapan. Setiap kebutuhan itu adalah pintu masuk bagi usaha kecil untuk meraup pendapatan.

Pembayaran Digital Jadi Kunci Menjangkau Wisatawan

Wisatawan tidak selalu membawa uang tunai dalam jumlah tertentu. Kehadiran pembayaran digital seperti QRIS memberi alternatif transaksi bagi merchant, terutama pelaku usaha kecil yang belum punya mesin EDC.

Bank Indonesia menjelaskan QRIS merupakan standar pembayaran berbasis QR yang memudahkan transaksi dan mendukung perdagangan, pariwisata, serta UMKM. BRI sendiri terus mengembangkan ekosistem merchant dan QRIS di berbagai daerah.

Pada Triwulan I 2026, BRI mencatat volume transaksi merchant sebesar Rp67,9 triliun dan volume transaksi QRIS sebesar Rp30,5 triliun. Angka itu menunjukkan adopsi pembayaran digital di kalangan pedagang terus tumbuh.

Kebutuhan Wisatawan Harus Dibaca Pelaku Usaha

Pimpinan Cabang BRI Pagaralam Agustian Siburian mengatakan, pelaku UMKM di sekitar aktivitas pariwisata punya ruang mengembangkan usaha dengan menyesuaikan layanan terhadap kebutuhan konsumen.

"Pelaku usaha perlu melihat kebutuhan wisatawan dan menyiapkan layanan yang mudah, termasuk dari sisi pembayaran. Dengan begitu, aktivitas wisata dapat memberikan dampak yang lebih luas kepada pelaku usaha lokal," ujarnya.

Selain metode pembayaran, kesiapan produk menjadi faktor penting. Kualitas, harga, kemasan, dan pelayanan perlu dijaga agar wisatawan mendapat pengalaman yang baik. Produk lokal bisa jadi bagian dari pengalaman wisata apabila dikemas dengan tepat.

Ekspansi Usaha Perlu Perhitungan Matang

Peningkatan aktivitas wisata bisa menjadi momentum mengembangkan kapasitas bisnis. Namun, ekspansi tetap perlu perencanaan. Pelaku usaha perlu menghitung kemampuan produksi, kebutuhan modal, biaya operasional, dan potensi permintaan sebelum menambah skala usaha.

Di titik itu, literasi keuangan memegang peran. Usaha yang berkembang tidak cukup hanya mengejar omzet, tetapi juga harus mampu mengelola arus kas dan memastikan keuntungan usaha terhitung benar.

Dengan ekosistem usaha yang semakin tertata, UMKM lokal berpeluang mendapat manfaat lebih besar dari aktivitas ekonomi di sektor pariwisata. Pagaralam memiliki berbagai aktivitas ekonomi yang bisa saling terhubung dengan pariwisata.

Tantangannya, bagaimana pelaku usaha mengubah kunjungan wisatawan menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan. Digitalisasi, pengelolaan keuangan, dan akses terhadap layanan keuangan menjadi bagian dari proses tersebut.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumselupdate.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks