SUMATERA SELATAN — Marc Marquez menilai team order hanya dibutuhkan pembalap yang tak punya kecepatan, jelang MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island akhir pekan ini. Pernyataan pembalap Ducati itu menyasar wacana instruksi tim Aprilia untuk mengamankan Jorge Martin di puncak klasemen.
Marquez tidak memilih bersembunyi dari pertanyaan wartawan soal kemungkinan Aprilia mengarahkan pembalapnya demi mengalahkan dirinya dan Ducati. Jawabannya lugas, tanpa tedeng aling-aling.
Kalimat Marquez yang Menohok soal Team Order
Juara dunia MotoGP tujuh kali itu menegaskan team order bukan senjata bagi pembalap yang punya kecepatan. Baginya, instruksi tim baru relevan ketika performa di lintasan tak cukup.
"Mengenai team order, jika Anda memiliki kecepatan, Anda tidak memerlukan team order," ujar Marc Marquez seperti dikutip dari Crash.
"Jika Anda tidak memiliki kecepatan, barulah Anda membutuhkan itu," tegas pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut.
Alih-alih terpancing membahas taktik lawan, Marquez memilih mengunci fokus pada persiapan diri sendiri. Ia mengakui kekuatan Aprilia tetap jadi ancaman nyata yang harus diantisipasi Ducati.
"Jadi, kita lihat saja nanti. Saat ini, saya fokus pada diri sendiri. Saya berusaha memberikan 100 persen kemampuan saya. Memang benar, kami perlu melihat apakah kami mampu bersaing melawan seluruh kekuatan besar Aprilia," pungkas Marquez.
Dua Poin yang Memisahkan Martin dan Marquez
Pernyataan Marquez mencuat menyusul kabar pertemuan internal kubu Aprilia yang diduga kuat membahas taktik antarpembalap. Tujuannya tak lain mengamankan posisi Jorge Martin, yang kini memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 dengan keunggulan tipis dua poin atas Marquez.
Tekanan dari kubu Noale makin terasa setelah Aprilia mendominasi Seri Pertamina MotoGP Mandalika 2026. Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Ai Ogura menyapu bersih empat posisi teratas, sementara Marquez hanya finis keenam.
Hasil itu mempertegas peta persaingan jelang Phillip Island. Martin dan Marquez masih jadi dua nama utama dalam perburuan gelar, dengan Bezzecchi, rekan setim Martin, juga menyimpan peluang juara.
Manajer Ducati Prediksi Langkah Aprilia
Davide Tardozzi sebelumnya sudah membaca arah angin. Manajer Ducati itu memprediksi Aprilia bakal memanfaatkan instruksi tim untuk membendung dominasi pabrikan Borgo Panigale.
"Mereka mempunyai hak untuk memberikan perintah kepada pengendaranya, dan saya yakin mereka akan melakukan itu cepat atau lambat," kata Tardozzi.
"Saya juga akan melakukan hal yang sama. Di masa lalu, kami selalu mendukung pengendara satelit kami dan bahkan melawan mereka, berusaha untuk menjaga agar semua pengendara tetap selaras. Mereka berjuang melawan pabrikan lain, jadi saya berharap mereka menggunakan semua cara yang ada," sambungnya.
Dengan selisih dua poin dan lima balapan tersisa, duel Marquez melawan kekuatan kolektif Aprilia di Phillip Island bakal jadi ujian pertama. Balapan Australia digelar akhir pekan ini, dan jawaban atas wacana team order akan terlihat langsung di lintasan.