PONTIANAK — Kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah segmen Sungai Kapuas dalam beberapa hari terakhir memaksa Ditpolairud Polda Kalbar mengeluarkan peringatan keselamatan. Para pengguna angkutan air diminta membatasi aktivitas pelayaran, terutama pada malam hari yang dinilai sangat rawan karena jarak pandang semakin terbatas oleh gelap dan kabut.
Direktur Polairud Polda Kalbar Kombes Pol Agusman menegaskan bahwa visibilitas di alur sungai menjadi faktor utama yang harus diwaspadai. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan tabrakan antar kapal maupun kecelakaan akibat kapal tersesat atau menabrak benda di sekitar alur.
“Kami sangat mengimbau kepada masyarakat pengguna jasa perairan, terutama di Sungai Kapuas, untuk berhati-hati dalam melaksanakan aktivitasnya di alur sungai,” kata Agusman di Pontianak, Selasa (25/8).
Jarak Pandang di Sungai Kapuas Berangsur Membaik
Meski kabut asap masih menyelimuti, data pemantauan petugas di lapangan menunjukkan adanya perbaikan signifikan. Jarak pandang di perairan Sungai Kapuas dalam beberapa hari terakhir tercatat sekitar satu hingga dua kilometer.
Angka tersebut dinilai relatif lebih baik dibandingkan kondisi pada pekan sebelumnya, ketika kabut asap jauh lebih pekat dan jarak pandang dilaporkan sangat terbatas. Perbaikan ini memberikan sedikit ruang napas bagi para nahkoda yang tetap harus melayani penumpang di siang hari.
Modus Antisipasi: Navigasi Wajib dan Larangan Melayar di Malam Hari
Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, Agusman meminta setiap kapal yang beroperasi melengkapi diri dengan peralatan navigasi dan penerangan yang memadai. Lampu yang mudah terlihat dari kejauhan menjadi krusial agar keberadaan kapal diketahui oleh pengguna perairan lainnya.
“Kami mohon kepada masyarakat tetap berhati-hati, waspada, hindari jalan malam. Karena malam itu sangat rawan, cuaca berkabut dan malam gelap. Lebih baik aktivitas dilaksanakan pada siang hari,” tegasnya.
Imbauan ini menyasar seluruh moda transportasi air, mulai dari kapal barang, speedboat penumpang, hingga perahu nelayan yang kerap melintas di jalur utama Sungai Kapuas. Pihak kepolisian akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kesiapan armada di lapangan.