Pencarian

Subsidi Mobil Listrik China Dicabut Bertahap: Pajak Baterai Lithium Naik 2026, Ini Dampaknya ke Harga

Sabtu, 05 September 2026 • 02:18:31 WIB
Subsidi Mobil Listrik China Dicabut Bertahap: Pajak Baterai Lithium Naik 2026, Ini Dampaknya ke Harga
Pemerintah China secara bertahap mencabut insentif subsidi untuk kendaraan listrik dengan menaikkan pajak baterai lithium mulai 2026.

SUMATERA SELATAN — Kebijakan insentif untuk kendaraan energi baru (NEV) di China tidak dihapus sekaligus, melainkan dipangkas bertahap hingga 2028. Perubahan paling signifikan menyentuh industri baterai, yang selama ini menjadi tulang punggung ekosistem kendaraan listrik global.

Melalui pengumuman Administrasi Perpajakan Negara China, baterai litium primer dan baterai isi ulang litium-ion akan mulai dikenakan pajak konsumsi sebesar 2 persen mulai 1 September 2026. Tarif itu berlanjut naik menjadi 4 persen mulai 1 September 2027.

Baterai Lithium Kena Pajak, Sodium-Ion dan Solid-State Masih Bebas

Sebelumnya, baterai lithium-ion yang digunakan untuk kendaraan listrik menikmati perlakuan istimewa berupa pembebasan pajak, sementara baterai biasa dikenakan pajak konsumsi 4 persen. Setelah aturan baru berlaku, baterai lithium-ion kehilangan status khusus itu.

Perlu dicatat, tidak semua teknologi baterai terdampak. Baterai sodium-ion, baterai solid-state, dan sel bahan bakar (fuel cell) tetap dibebaskan dari pajak hingga 31 Desember 2028. Artinya, pemerintah China masih memberikan ruang bagi pengembangan teknologi baterai generasi berikutnya, sambil mulai menarik insentif dari teknologi lithium yang sudah matang.

Insentif Pajak Pembelian Mobil Listrik Menyusut Drastis

Perubahan pajak baterai ini hanya satu bagian dari penyesuaian sistem pajak NEV yang lebih luas. Sejak awal 2025, berbagai insentif sudah dikurangi atau dijadwalkan dihapus.

Mulai 1 Januari 2026, pembebasan pajak pembelian NEV berubah menjadi pengurangan pajak 50 persen dengan batas maksimal 15.000 yuan. Bagi konsumen, membeli kendaraan listrik di bawah 300.000 yuan di China masih memberi penghematan sekitar 5 persen dibanding mobil berbahan bakar internal (ICE). Namun skema ini jelas lebih kecil dari insentif penuh yang selama ini dinikmati.

Kemudian pada 3 Juli, Kementerian Keuangan bersama Administrasi Perpajakan Negara dan Kementerian Perindustrian serta Teknologi Informasi China mengumumkan pencabutan perlakuan istimewa pajak kendaraan dan kapal mulai 1 Januari 2027. Kebijakan ini mengakhiri pengurangan pajak 50 persen untuk kendaraan hemat energi, sekaligus pembebasan pajak bagi kendaraan komersial listrik baterai, plug-in hybrid (PHEV), dan range-extended (REEV).

Pemilik PHEV dan REEV Paling Merasakan Dampaknya

Ketika pajak kendaraan dan kapal dihapus pada 2027, biaya tahunan untuk kendaraan PHEV atau REEV diperkirakan naik sekitar 300 yuan hingga 660 yuan. Sementara mobil penumpang listrik murni tidak terdampak aturan khusus ini.

Untuk pembelian kendaraan energi baru, pajak baterai lithium tetap dikenakan setengah tarif hingga September 2027. Meski bukan pembebasan penuh, skema ini diyakini masih memberikan penghematan bagi pembeli di tengah masa transisi.

Insentif China Tidak Khusus untuk Merek Domestik

Penting dipahami, kebijakan insentif ini tidak membedakan asal merek. Semua mobil listrik yang diproduksi di China—termasuk dari pabrikan asing seperti Tesla, Volkswagen, dan Toyota—memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif selama masih berlaku.

Bagi pengamat industri, arah kebijakan ini jelas: China mulai mengurangi ketergantungan industri pada subsidi pemerintah setelah berhasil membangun rantai pasok kendaraan listrik terbesar di dunia. Pertanyaannya kini, apakah produsen baterai dan mobil listrik mampu menyerap kenaikan biaya ini tanpa meneruskannya ke harga jual? Jika tidak, selisih harga antara mobil listrik dan mobil konvensional akan kembali melebar—dan konsumen yang membayar konsekuensinya.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks