Pencarian

Laba ANTM Melonjak 46% jadi Rp 9,66 Triliun per September 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 • 09:05:31 WIB
Laba ANTM Melonjak 46% jadi Rp 9,66 Triliun per September 2026
Kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tumbuh pada periode Januari–September 2026.

SUMATERA SELATAN — PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan laba periode berjalan Rp 9,66 triliun sepanjang Januari–September 2026, naik 46% dari Rp 6,61 triliun pada periode sama tahun lalu. Lonjakan laba ditopang penjualan bersih yang tumbuh 23% menjadi Rp 88,48 triliun, dengan emas dan nikel sebagai kontributor utama.

Kenaikan laba ANTM sejalan dengan ekspansi penjualan bersih dari Rp 72,03 triliun pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi Rp 88,48 triliun. Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto menyebut capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri pertambangan.

"Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Untung dalam pernyataan resmi, Rabu (28/10).

Laba Kotor dan Laba Usaha Tumbuh Dua Digit

Dari sisi profitabilitas, ANTAM mencatat laba kotor Rp 15,56 triliun, tumbuh 42% dibandingkan Rp 10,98 triliun pada Januari–September 2025. Laba usaha meningkat 53% menjadi Rp 12,05 triliun dari sebelumnya Rp 7,89 triliun.

EBITDA naik 45% menjadi Rp 13,48 triliun, dibandingkan Rp 9,33 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Entitas asosiasi juga menyumbang keuntungan Rp 300,58 miliar, melesat 115% dari Rp 140,03 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan laba, laba bersih per saham dasar ANTAM meningkat 48% menjadi Rp 367,78 per saham, dari Rp 248,62 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Emas Masih Dominasi Pendapatan, Nikel Tumbuh Paling Cepat

Produk emas tetap menjadi kontributor terbesar dengan porsi 77% terhadap total penjualan ANTAM selama Januari–September 2026. Penjualan emas tercatat Rp 68,41 triliun, meningkat 17% dibandingkan Rp 58,67 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Volume penjualan emas mencapai 25.217 kilogram atau setara 810.745 troy ounce. Adapun produksi emas dari tambang perusahaan tercatat 634 kilogram atau 20.384 troy ounce.

Segmen nikel, yang mencakup feronikel dan bijih nikel, berkontribusi 19% terhadap total penjualan. Pendapatan segmen ini meningkat 52% menjadi Rp 16,98 triliun, dari Rp 11,15 triliun pada Januari–September 2025.

  • Produksi bijih nikel: 12,16 juta wet metric ton (wmt), volume penjualan 10,73 juta wmt
  • Produksi feronikel: 11.638 ton nikel dalam feronikel (TNi)
  • Penjualan feronikel: 13.971 TNi, naik 71% dari 8.182 TNi
  • Pendapatan bauksit dan alumina: Rp 2,64 triliun, naik 35% dari Rp 1,95 triliun
  • Produksi bauksit: 2 juta wmt, volume penjualan naik 49% menjadi 1,64 juta wmt
  • Produksi alumina chemical grade (CGA): 153.399 ton, naik 14% dari 134.224 ton
  • Penjualan alumina: 146.642 ton, naik 9% dari 134.768 ton

Total Aset Naik 24% jadi Rp 59,74 Triliun

Dari sisi neraca, total aset ANTAM mencapai Rp 59,74 triliun pada akhir September 2026, meningkat 24% dibandingkan Rp 48,07 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ekuitas perusahaan tumbuh 17% menjadi Rp 41,22 triliun dari Rp 35,20 triliun.

Posisi kas dan setara kas tercatat Rp 10,54 triliun, naik 14% dibandingkan Rp 9,26 triliun pada Januari–September 2025. Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp 5,06 triliun, meningkat 26% dari Rp 4,02 triliun.

Penerimaan kas dari pelanggan juga tumbuh 29% menjadi Rp 87,92 triliun, dari Rp 68,24 triliun. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM Arini Kasmira menyebut kinerja hingga September 2026 mencerminkan peningkatan kualitas profitabilitas, terlihat dari margin laba yang membaik dan posisi kas yang menguat.

"Capaian tersebut didukung oleh pengelolaan modal kerja yang efektif, pengendalian biaya yang disiplin, serta penerapan manajemen risiko yang terukur, sehingga ANTAM dapat menjaga fundamental keuangan yang solid secara berkelanjutan," ujar Arini.

Apa Artinya bagi Pemegang Saham ANTM

Laba bersih per saham yang naik 48% menjadi Rp 367,78 memberi gambaran earnings yang lebih tebal bagi investor hingga kuartal III 2026. Porsi emas yang dominan membuat kinerja ANTAM masih sangat terikat pergerakan harga logam mulia global, sementara segmen nikel menawarkan sumber pertumbuhan kedua dengan kenaikan pendapatan 52%.

Di sisi likuiditas, kas Rp 10,54 triliun dan arus kas operasi Rp 5,06 triliun memberi ruang bagi perusahaan untuk membiayai ekspansi maupun kewajiban dividen tanpa tekanan neraca berarti. Total ekuitas Rp 41,22 triliun juga memperkuat struktur permodalan di tengah kebutuhan belanja modal sektor tambang.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks