SUMATERA SELATAN — Pencegahan stunting paling efektif dimulai jauh sebelum bayi lahir, tepatnya sejak masa kehamilan. Pemerintah Kota Binjai menggelar Aksi SIBA (Aksi Dini Cegah Stunting Bersama Ibu Hamil Sehat) di Aula Dinas Kesehatan Kota Binjai, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan ini diikuti 85 ibu hamil dari lima kecamatan. Narasumbernya dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Indra Tarigan, Sp.OG.
Apa Saja yang Dilakukan dalam Aksi SIBA?
Peserta tidak hanya datang untuk mendengarkan ceramah. Panitia menyiapkan senam ibu hamil, pemeriksaan kesehatan, edukasi dan monitoring intervensi, sesi tanya jawab, hingga kuis interaktif.
Kombinasi ini penting karena kesehatan kehamilan bukan soal teori semata. Ibu hamil butuh praktik langsung, pemantauan rutin, dan ruang bertanya soal kondisi masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, para ibu dibekali pemahaman soal deteksi dini risiko kehamilan dan langkah pencegahan stunting sejak bayi masih di dalam kandungan.
Pesan Ketua TP PKK Binjai untuk Ibu Hamil
Ketua TP PKK Kota Binjai, Ny. Nurhayati Amir Hamzah, membuka kegiatan ini dengan penekanan soal tanggung jawab kesehatan ibu.
"Ibu yang sehat adalah awal dari lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas. Karena itu, ibu hamil perlu rutin memeriksakan kehamilan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, khususnya protein, serta mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan," ujarnya.
Dari pernyataan itu, ada tiga hal yang bisa ibu catat: pemeriksaan kehamilan rutin, asupan protein yang cukup, dan tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan. Ketiganya bukan anjuran baru, tapi sering terlewat karena ibu sibuk atau merasa kondisi kehamilan baik-baik saja.
Stunting Bukan Cuma Urusan Dinas Kesehatan
Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa penurunan angka stunting butuh kerja banyak pihak.
"Program pencegahan stunting harus dikawal bersama melalui sinergi Dinas Kesehatan, kecamatan, puskesmas dan seluruh pihak terkait, sehingga setiap ibu hamil mendapatkan pendampingan serta akses gizi dan layanan kesehatan yang optimal," katanya.
Ia berharap sinergi itu terus diperkuat sampai tingkat paling bawah. Tujuannya agar setiap ibu hamil di Kota Binjai mendapat pendampingan dan pelayanan kesehatan yang memadai.
Bagi ibu, pesan ini berarti pendampingan tidak berhenti di puskesmas. Kader posyandu, bidan desa, sampai kecamatan ikut berperan memastikan ibu hamil terpantau.
Yang Bisa Ibu Lakukan Sejak Sekarang
Kalau ibu sedang hamil, ada beberapa langkah sederhana yang sejalan dengan program ini dan bisa dimulai minggu ini.
- Periksa kehamilan sesuai jadwal yang dianjurkan bidan atau dokter.
- Pastikan setiap makan ada sumber protein: telur, ikan, ayam, tempe, atau tahu.
- Minum tablet tambah darah rutin, jangan hanya saat merasa lemas.
- Catat keluhan atau pertanyaan sebelum kontrol, supaya tidak lupa saat sesi konsultasi.
- Ikut kelas ibu hamil atau kegiatan posyandu di wilayah tempat tinggal.
Kapan Perlu Segera ke Dokter?
Ada kondisi kehamilan yang tidak bisa ditunda. Segera hubungi bidan atau dokter jika ibu mengalami perdarahan, nyeri kepala hebat, pandangan kabur, bengkak mendadak di kaki dan tangan, demam tinggi, atau gerakan bayi berkurang.
Ibu dengan riwayat anemia, tekanan darah tinggi, diabetes, atau kekurangan energi kronis (KEK) juga perlu kontrol lebih sering. Jangan tunggu jadwal rutin berikutnya kalau ada keluhan yang mengganggu.
Kenapa Deteksi Dini Penting
Stunting tidak hanya soal tinggi badan anak lebih pendek dari standar. Kondisi ini memengaruhi perkembangan otak, daya tahan tubuh, dan kemampuan belajar anak di kemudian hari.
Karena itu, Pemko Binjai menempatkan edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan pemenuhan gizi sebagai satu paket intervensi sejak masa kehamilan. Harapannya, generasi yang lahir lebih sehat dan berkualitas.
Untuk ibu yang ikut Aksi SIBA atau kegiatan serupa di daerah lain, ilmu yang didapat sebaiknya tidak berhenti di ruang aula. Jalankan satu per satu, mulai dari yang paling mudah: makan protein setiap hari dan minum tablet tambah darah sesuai anjuran.